DARI SABANG SAMPAI MERAUKE…
Untuk ketiga kalinya saya berangkat ke Papua, namun kali ini
bukan ke Jayapura melainkan ke Merauke.
Dari Sabang sampai Merauke, itulah salah satu judul lagu
kebangsaan kita dan dengan ke Merauke maka selesailah tugas saya untuk saat ini
melakukan Travelling di Indonesia. Berangkat dengan pesawat Garuda pukul 9.10
WIB malam, saya, mantan Kasi saya (selaku ketua tim) dan narasumber dari
Pusdiklat PSDM berangkat ke Jayapura
dengan transit 2 kali yaitu di Makassar dan Biak.
Sesampainya di Jayapura – pukul 7.00 pagi WIT kita masih
harus menunggu 2 jam untuk penerbangan selanjutnya ke Merauke dengan pesawat
Merpati. Tiba di Merauke pukul 11.00 pagi, kita di jemput oleh pak Suherman
salah satu kepala seksi di KPPN Merauke. Dari bandara kita langsung di antar ke
hotel untuk istirahat dan sholat Jumat dan pukul 01.00 siang WIT kita dijemput
kembali untuk makan siang dan langsung menuju ke perbatasan Indonesia dengan
PNG. Tidak seindah perbatasan yg ada di Jayapura, namun cukup menyentuh. Ketika
mendekati perbatasan saya melihat serombongan warga PNG yang sedang menyebrang
ke Indonesia untuk berdagang, saya
melihat bagaimana mereka hidup sangat kekurangan, dan sedikit primitf. Ini dapat
dilihat dari cara mereka melihat mobil dengan sedikit ketakutan. Merupakan
pengalaman yang menarik dalam hidup saya dapat melihat dua sisi perbatasan
antara Indonesia dan PNG, yaitu dari sisi jayapura – PNG dan Merauke – PNG.
Tanggal 9 Juni 2012 pukul 08.00 pagi WIT, acara dimulai
dengan kata sambutan dari ketua panitia dan dibuka dengan pidato pembukaan dari
kepala kantor. Materi disampaikan oleh Narasunber kepada peserta yang berjumlah
13 pegawai, dimana 3 diantaranya akan memasuki masa purna bakti. Peserta
antusia mengikuti semua materi yang disampaikan dan menyerap dengan baik, walau
ada sedikit yang tidak enak kami rasakan dari salah seorang peserta yang merasa
tidak diperhatikan oleh Negara selaku warga Papua. Namun hal itu bisa diatasi
oleh narasumber dengan mendengarkan apa yang menjadi keluhannya dan
mengakomodirnya dengan jawaban-jawaban yang tidak menimbulkan suasana menjadi
panas.
Dari sisi daya tangkap peserta terhadap materi, kami
menilainya agak sedikit lambat, bagi saya hal ini mungkin diakibatkan oleh
penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari dan ini biasa terjadi
didaerah-daerah yang memang jarang menggunakan bahasa Indonesia dikehidupan
sehari-harinya, namun itu bisa diatasi oleh narasumber.
Acara berakhir pukul 05.00 sore WIT dan diakhiri dengan poto
bersama dengan panitia dan pejabat. Kami juga memberikan hadiah sebagai
cinderamata untuk 3 pegawai yang akan memasuki masa purna bakti. Bahagia,
senang, merasa diperhatikan, dan mendapatkan bekal untuk menghadapi assessment, itulah yang kami lihat dari
raut wajah peserta setelah acara ini berakhir. Sepulang dari acara kegiatan
ini, kami dibawa oleh kepala kantor untuk mencoba salah satu makanan khas di
Merauke, yaitu daging rusa bakar. Enak, yummy,
dan renyah, membuat kami lahap menghabisi daging rusa tersebut, dan ini
merupakan pengalaman saya yang pertama kalinya untuk makan daging rusa.
Saya yakin apa yang sudah kami sampaikan di KPPN Merauke
akan membuat para pegawai disana merasa bahwa mereka juga adalah bagian dari
reformasi organisasi, dan mereka juga harus ambil bagian untuk suksesnya
reformasi ini dan mempunyai peran penting dalam mencapai kesuksesan.
Dengan ke Merauke, maka selesailah
perjalanan saya untuk menjelajahi Indonesia dan ini adalah perjalanan dinas
saya yang terakhir di DJPBN. Semoga apa yang sudah saya lakukan selama
melaksanakan perjalanan dinas, dapat menjadi pencerahan bagi teman-teman yang
saya kunjungi. Tetap semangat dan yakinlah bahwa DJPBN – bahkan Negara ini akan
berubah jika kita semua mau bersama-sama berkomitmen untuk mencapainya.
Mari kita lihat Indonesia 20 tahun lagi akan menjadi Negara
yang maju dan berubah di semua lini. Ini mimpi saya, teruslah bermimpi buat
Indonesia berubah!!!